Sales Popup
Surat, Gujarat
6 hours ago
Left Continue shopping
Your Order

You have no items in your cart

You might like
Rp 119.000,00 Rp 128.000,00
Rp 26.600,00 Rp 28.000,00
#InspirasiMUA : Interview Creator Of The Year - Sarah Erial, How to Stay Consistent as MUA and Beauty Content Creator

#InspirasiMUA : Interview Creator Of The Year - Sarah Erial, How to Stay Consistent as MUA and Beauty Content Creator

Makeup Artist (MUA) adalah pekerjaan yang menjanjikan akhir-akhir ini. Sebelumnya, mungkin banyak orang yang mengira kalau makeup artist  hanya bekerja mendandani klien saja. Namun, seiring dengan berkembangnya industri kecantikan, makeup artist dituntut untuk serba bisa dan cepat tanggap mengikuti tren kecantikan yang ada.

 

Makeup artist harus menguasai skill untuk membuat konten di sosial media, mengetahui kandungan dalam produk kecantikan, dan mempelajari teknik makeup sesuai tren. Akibatnya, muncul banyak pesaing dan tak semua bisa makeup artist dapat bertahan dan konsisten di industri tersebut. 

 

Salah satu makeup artist sekaligus beauty content creator yang konsisten dibidangnya adalah Sarah Erial. Beauty content creator adalah seorang yang terjun langsung membuat konten mengenai industri kecantikan. Dalam wawancara dengan Artisan Pro, Sarah memberikan beberapa tips agar bisa terus bertahan dan mengembangkan diri di industri kecantikan. 

 

Sarah Erial memulai kariernya sebagai beauty content creator di sosial media sejak 2019. Pemilik akun Instagram @erialsr.makeupart ini, awalnya hanya membuat konten video Instagram TV (IGTV) seputar makeup dan memposting-nya di sosial media. Lambat laun, konten Instagram Sarah Erial banyak disukai oleh audiens, sehingga ia mengganti format video IGTV dengan Reels, video berdurasi kurang dari 1 menit. 

 

“Kalau dihitung dari awal, aku mulai membuat  konten  sejak 2019. Waktu itu, zaman masih banyaknya video IGTV. Tapi kalau dibilang full time sebagai content creator mungkin sejak pertengahan 2021. Pada saat itu, video reels baru muncul,” jelas Sarah. 

 

Kemudian, Sarah Erial memulai kariernya sebagai makeup artist dengan menawarkan jasanya kepada klien dan membuka kelas makeup. Sembari menjadi makeup artist dan menjadi guru makeup, Sarah Erial tetap konsisten membuat konten video tutorial makeup di Instagramnya. 

 

Sarah membagikan beberapa tips yang berguna untuk menetapkan skala prioritas. Ia selalu memprioritaskan tugas utamanya untuk merias klien. Jika ada waktu yang tersisa, baru ia pergunakan waktu itu untuk merencanakan konten sebaik mungkin. “Misalnya job merias klien kebanyakan di hari weekend, Jumat-Minggu. Berarti langsung direncanakan dari awal untuk jadwal membuat konten pas hari Selasa, Rabu dan Kamis,” jelas Sarah.  

 

Hingga kini, Sarah sering membuat jadwal untuk mengumpulkan ide kontennya, sehingga waktu senggangnya tidak terbuang sia-sia. Sarah bercerita, “Aku pun sampai sekarang masih suka bikin perencanaan dulu, sebelum merekam konten. Misalnya dari awal bulan sudah ada tanggal-tanggal yang sudah terisi untuk job merias klien, tanggal yang kosongnya tersebut, langsung aku masukin beberapa ide konten yang nantinya harus diupload dalam jangka waktu bulan itu atau bulan depannya.” 

 

Tips Konsisten dan Tetap Produktif membuat Video ala Sarah Erial 

 

Saat ditanya soal bagaimana tips untuk tetap konsisten membuat video, Sarah menjawab kuncinya adalah “sadar diri”.  “Aku sadar bahwa tidak ada yang akan kasih aku paycheck (gaji) setiap bulannya. Berbeda dengan pekerja kantoran yang mendapat gaji setiap bulannya, mungkin kadang motivasi bisa naik turun. Tetapi kalau sudah fokus sebagai content creator, aku harus menentukan strategi agar 6 bulan kedepan, aku bisa meningkatkan pendapatan,” jelasnya. 

 

Sarah Erial menyarankan makeup artist pemula yang bingung memikirkan ide konten untuk memulai dahulu. Karena kunci untuk melawan rasa malas adalah memiliki pola pikir “bisa karena terbiasa”. “Mulai dulu dari 1 kali  seminggu, lama-lama bertambah menjadi 2 kali  seminggu, sampai akhirnya kalian akan mengambil setiap waktu kosong untuk membuat konten. Dengan berlatih membuat konten, kalian akan terbiasa untuk memikirkan ide konten selanjutnya. Jika suatu hari,  tiba-tiba mendadak ada waktu kosong kalian akan langsung terpikir ide konten dan konten yang harus dikerjakan pada saat itu,” jelas Sarah. 

 

Sarah Erial juga tidak berhenti melakukan branding di media sosial. Berawal dari membuat konten video di sosial media, Sarah Erial mendapatkan penghasilan dari promosi barang makeup affiliate, kerjasama brand endorsement, dan diundang sebagai pembicara di event beauty offline maupun online. Sarah menuturkan, “Sampai sekarang,  kebanyakan muridku, kenal aku dari sosial media dan aku juga masih membuka kelas makeup dengan sistem online. Jadi, kalau aku mau karier aku berjalan, tidak ada celah untuk rasa malas.” 

 

Skill yang Harus Dimiliki Makeup Artist dan Beauty Content Creator 

 

Sebagai seorang makeup artist sekaligus beauty content creator Sarah Erial harus menguasai beberapa kemampuan, diantaranya mengedit video dan copywriting.  Sarah menjelaskan, “Semua content creator harus memiliki kemampuan untuk mengedit video, karena konten zaman sekarang bisa dibilang 90 persen lebih diminati dalam bentuk video. Tetapi video yang berbobot harus diimbangi dengan skill kedua yaitu, copywriting.” 

 

Copywriting adalah skill untuk merangkai kata-kata untuk menyampaikan makna, baik secara tulisan atau dalam konten sosial media. Skill ini berguna untuk memahami bagaimana cara audiens yang menonton atau membaca konten, agar  terbawa dengan alur cerita yang akan disampaikan. Jadi konten tidak  sembarangan ditonton dan dilewati begitu saja, tetapi bisa menyampaikan pesan dan menarik audiens. Sebagai seorang beauty content creator, Sarah Erial harus mampu mengedukasi audiens mengenai teknik dan produk makeup lewat konten media sosialnya. 

 

Kekonsistenannya sebagai beauty content creator berbuah manis, Sarah Erial mendapatkan Award Creator of The Year 2022 yang dinobatkan oleh Artisan Pro. 

Hal ini terbukti dengan video Sarah Erial sudah ditonton lebih dari 56.000 views dan memiliki 108.000 followers. Saat ditanya tentang rahasianya bisa memiliki banyak pengikut dan views di sosial media, Sarah menjawab makeup artist dan beauty content creator harus memiliki ciri khas atau signature.

 

 “Sama seperti makeup yang punya riasan ciri khas, content creator juga biasanya akan punya alur yang menghasilkan "ciri khas". Biasanya kontenku berkaitan dengan  permasalah orang yang menggunakan makeup on daily basis. Kita harus mengetahui kemauan dari audiens. Pertanyaan seperti, “Apa sih kesulitan mereka dalam menentukan produk dan teknik makeup?” dan “Jenis review makeup seperti apa yang membantu mereka?” akan menentukan arah ide konten.” 

 

Sarah Erial selalu memiliki prinsip ‘perlakukan audiens sebagai mana, dirinya mau diperlakukan sebagai audiens’. Misalnya, ia jarang untuk ‘meracuni’ audiensnya secara langsung dengan produk makeup, tanpa menjelaskan fungsi dan kegunaannya.  Ia selalu menjelaskan fungsi dan manfaat produk, jenis kulit yang sesuai dengan produk dan cara mengaplikasikan produk makeup. 

 

“Jadi, aku tidak memaksa semua orang untuk membeli produk yang aku rekomendasiin, karena kebutuhan mereka berbeda-beda. Akan tetapi dari testimoni orang yang betul-betul beli produk yang aku tawarkan, mereka merasa senang karena dibantu, bukan merasa dimanipulasi oleh marketing produk,” kata Sarah. Biasanya audiens yang merasa puas dengan produk yang dipromosikan Sarah akan menyebarkan testimoni ke teman-temannya, sehingga teknik marketing ‘dari mulut ke mulut’ terus berjalan. 

 

Akhir-akhir ini, Sarah Erial mengaku tidak lagi berfokus untuk mempromosikan jasa rias kliennya tetapi lebih senang mendapat penghasilan dari membuat konten. “Makanya mungkin pandanganku agak berbeda dari pandangan makeup artist yang lain. Aku pelan-pelan memindahkan income dari apa yang aku bisa kerjakan hari-hari (membuat konten). Jadi branding aku pun sekarang tidak  terlalu terlihat seperti makeup artist dengan banyak jadwal klien,” jelas Sarah Erial yang berdomisili di Jakarta ini.

Leave a comment

Please note: comments must be approved before they are published.